Peringatan Harkitnas 2026, SMAN 10 Semarang Gelar Upacara dan Deklarasi Sekolah Berintegritas

SEMARANG – Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang jatuh pada Rabu (20/5/2026) diperingati secara khidmat di SMA Negeri 10 Semarang. Mengambil tempat di lapangan utama sekolah, upacara bendera yang dimulai pukul 07.00 WIB ini sekaligus menjadi tonggak sejarah baru melalui deklarasi komitmen sebagai Sekolah Berintegritas.
Upacara tersebut diikuti oleh seluruh murid kelas X dan XI, serta segenap guru dan karyawan. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 10 Semarang, Supriyadi, S.Pd.
Dalam amanatnya, Supriyadi membacakan sambutan resmi dari Menteri Komunikasi dan Digital RI yang mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Di hadapan ratusan peserta upacara, ia menekankan empat poin krusial refleksi zaman, yakni pentingnya merefleksikan kembali semangat Boedi Oetomo 1908, menyikapi pergeseran tantangan bangsa di era digital, memberikan pelindungan total terhadap generasi muda (tunas bangsa), serta urgensi peningkatan literasi dan solidaritas sosial.
"Tantangan kita hari ini telah bergeser ke ranah digital. Oleh karena itu, menjaga tunas-tunas bangsa agar tetap berdaulat dan bijak di era ini adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Supriyadi menyitir sambutan Menkomdigi.
Komitmen Kuat Lewat Ikrar Integritas
Nuansa upacara terasa berbeda dan semakin sakral saat Pembina Upacara memimpin pembacaan Ikrar Sekolah Berintegritas, yang kemudian diikuti dengan lantang dan serempak oleh seluruh peserta upacara.
Melalui ikrar tersebut, warga SMAN 10 Semarang secara resmi berkomitmen pada lima poin utama, yaitu:
-
Menjunjung tinggi nilai-nilai integritas (jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras).
-
Menolak segala bentuk praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
-
Bekerja dan belajar dengan amanah.
-
Menjaga martabat dan nama baik sekolah sebagai lembaga pendidikan yang mulia.
-
Menjadi insan yang berakhlak mulia serta memberi contoh positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat.
Sebagai bukti nyata dari komitmen tersebut, sebelum barisan upacara dibubarkan, dilakukan prosesi penandatanganan piagam deklarasi Sekolah Berintegritas. Penandatanganan dilakukan secara bergantian oleh seluruh jajaran manajemen sekolah, guru, serta perwakilan murid.
Langkah konkret ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan mampu menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat bagi ekosistem pendidikan di SMAN 10 Semarang guna mencetak generasi emas yang cerdas secara intelektual dan bermoral tinggi. (DC)
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini